Potret Jiwa Si Sulung

birth_order

Terlahir sebagai sulung merupakan anugerah tersendiri bagi siapapun yang ditakdirkan olehNya. Seorang sulung yang menjadi perekat cinta pertama bagi orang tuanya. Seorang sulung yang dapat merasakan perjuangan kehidupan awal orang tuanya. Seorang sulung yang mendapatkan cinta dan kasih sayang utuh yang pertama dari orang tuanya. Seorang sulung yang menjadi pelajaran penting yang pertama bagi orang tuanya. Seorang sulung yang diharapkan menjadi pemimpin dan teladan bagi adik-adiknya. Dan tentu saja, seorang sulung yang dinanti-nantikan kelahirannya.

Dengan status kesulungannya, seorang sulung berbeda dari mereka yang dapat merasakan banyak pengalaman ataupun pelajaran dari seorang kakak. Seorang sulung harus dapat merasakan dan menciptakan setiap momen dengan dirinya sendiri. Tak ada inspirasi, bimbingan, ataupun masukan dari sosok terdekat yang usianya hampir sebaya dan lebih berpengalaman tentang kehidupan. Namun, hal ini justru merebahkan jiwanya menjadi setegar batu karang dan membentuk mentalnya menjadi sekuat baja.

Seiring pengembaraannya di bumi, seorang sulung mulai mempelajari banyak hal yang berarti dari awal kehidupan orang tuanya yang kebanyakan belum semapan saat ini. Ia tahu rasanya bertahan dalam situasi penuh keterbatasan. Ia tahu cara hidup berhemat. Ia tahu tentang indahnya hidup sederhana. Meski dulu ia hanyalah seorang anak kecil yang belum mengerti situasi apa-apa, namun ia mampu memahaminya dari setiap nasehat orang tuanya yang dilontarkan kepadanya. Ia hanya ikut merasakan tanpa pernah ingin berkeluh kesah.

Seorang sulung pun begitu terinspirasi akan banyak hal dari cinta dan kasih sayang utuh orang tuanya. Ia tahu perjuangan orang tuanya yang senantiasa berusaha memberikan yang terbaik sekalipun mereka masih sama-sama belajar ilmu parenting untuk pertama kalinya. Orang tuanya selalu berusaha menjadi sosok yang mendekati sempurna, hingga secara tidak langsung menempa dirinya untuk selalu ingin melakukan yang terbaik dan cenderung perfeksionis. Ya, jiwanya sangat akrab dengan kerasnya pendirian dan keambisiusan. Pun, ia belajar tentang arti memberikan dukungan yang terbaik bagi orang lain, menjadi orang yang responsif pada setiap keluh kesah orang lain, dan menjadi pendengar yang senantiasa berusaha memberikan saran yang terbaik ataupun meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Seorang sulung juga belajar banyak dari statusnya yang terlahir tanpa sosok seorang kakak. Ia memahami pentingnya arti kedewasaan, kemandirian, dan tanggungjawab terhadap dirinya dalam segala hal. Bukan berarti anak yang tak berstatus sulung tak mampu memahami hal-hal itu dengan baik. Hanya saja seorang sulung mempelajarinya secara langsung dengan dirinya sendiri tanpa arahan seorang kakak. Ia tahu saat tak menyelesaikan tugas sekolah seorang diri, maka tak ada lagi yang berinisiatif dan bersedia mengerjakan untuknya. Ia tahu saat tak belajar dengan baik, maka adik-adiknya tak akan mampu mengandalkannya hingga menjadi teladan yang menginspirasi mereka melakukan hal yang serupa. Ia tahu saat akan berbuat nakal, maka adik-adiknya akan menjadikannya contoh yang buruk hingga akhirnya kesalahan dilimpahkan lagi kepadanya. Ia tahu saat tak mampu mempertanggungjawabkan pilihannya sendiri, maka tentu saja dirinya tak dapat menjadi teman berbagi saran yang baik bagi adik-adiknya.

Dari status kesulungannya, seorang sulung juga senantiasa memotivasi dirinya untuk tidak menyerah dan serius pada setiap targetnya. Tanpa diingatkan, ia tetap memahami dirinya sebagai seorang sulung yang sudah seharusnya menjadi pemimpin dan teladan bagi adik-adiknya. Ia tetap terus berusaha meski tanpa dimotivasi sesering mungkin oleh orang tuanya ataupun orang lain. Baginya, motivasi utama dari dalam dirinya sendiri adalah hal yang paling menentukan. Namun tentu saja, ia tetap sangat menghargai saat orang lain memotivasinya dengan tulus.

Dari kisah-kasih persaudaraan bersama adiknya, seorang sulung juga mempelajari banyak hal berharga. Saat ia diminta berbagi dan mengalah dari adiknya, ia telah sangat terbiasa akan arti kekalahan dan kehilangan. Baginya, hal itu adalah sesuatu yang wajar. Sekalipun jiwanya terebahkan dalam kerasnya pendirian dan keambisiusan, namun ia memahami bahwa terkadang situasi dan kondisi tak mampu mendukung hingga membuatnya harus dapat menerima. Ia tak serta merta merasa sedih ataupun berkeluh kesah. Ia merasa telah terbiasa dibesarkan dalam situasi menerima apa adanya dan tak ada alasan apapun untuk menjadi lemah pada lika-liku kehidupan yang sangat wajar adanya. Ia tahu bahwa kedewasaan yang telah dibentuk pada dirinya selama ini adalah hal yang begitu sulit untuk dilepaskan.

Sejatinya, seorang sulung hanyalah sosok yang terbentuk berbeda dari status kesulungannya. Sosok yang telah dibiasakan dengan awal kehidupan orang tuanya hingga telah terbiasa memahami setiap situasi tanpa berkeluh kesah. Sosok yang senantiasa diperjuangkan sejak awal untuk mendapatkan yang terbaik hingga senantiasa berusaha memberikan yang terbaik, cenderung perfeksionis, berpendirian keras, dan ambisius. Sosok yang telah dibiasakan tanpa seorang kakak hingga telah terbiasa menjadi seorang kakak. Sosok yang senantiasa dididik mandiri hingga terdidik mandiri. Sosok yang senantiasa dibentuk dewasa hingga terbentuk dewasa. Sosok yang telah dibiasakan berbagi dan mengalah hingga telah terbiasa akan arti kekalahan dan kehilangan.

Menafsirkan potret jiwa memang tidaklah mudah tanpa memahami seluk-beluk kehidupan yang ada dibaliknya. Karena setiap orang dilahirkan berbeda dan terlahir berbeda. Maka, teruslah berusaha mengisi ruang-ruang yang masih hampa dengan merefleksikan tanda-tanda yang ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s