Peran Generasi Muda Indonesia: Kekuatan Visi Mengarahkan Kemajuan Bangsa

yg ppl

Era globalisasi dan tantangan masa depan menuntut generasi muda Indonesia untuk lebih produktif memanfaatkan waktunya. Hal ini dapat mengekspresikan rasa nasionalisme generasi muda dalam mewujudkan kemajuan bangsa. Peran generasi muda dapat diciptakan dengan beberapa kekuatan visi, yaitu pendidikan, inovasi sosial dan ekonomi, teknologi, bahasa asing, dan talenta yang dimiliki.

Sebagai generasi muda, mengenyam pendidikan merupakan visi yang paling penting. Hal ini mungkin terasa klasik, tetapi tetap menjadi investasi yang berpengaruh dalam peningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebagai negara berkembang, Indonesia tentu saja masih memerlukan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index) secara signifikan. Berdasarkan penilaian dari United Nation Development Program (UNDP) pada tahun 2011, Indonesia masih berada di ranking 124 dari 187 negara. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan masih sangat diperlukan dalam hal integritas sumber daya manusia, khususnya untuk membentuk generasi muda yang intelektual, kreatif, berbudaya, berdaya saing, dan berkarakter. Selain itu, pemberdayaan generasi melalui pendidikan juga sejalan dengan salah satu tujuan negara Indonesia, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak hanya itu, Indonesia juga merupakan bagian dari negara anggota PBB yang berkomitmen dalam pencetusan program “Education for All”. Hal ini juga berkaitan dengan target Millenium Development Goals tentang pendidikan dasar yang universal di tahun 2015. Untuk mewujudkan hal tersebut, pendidikan dapat diperoleh melalui tingkat formal dan informal. Selain mengenyam pendidikan, generasi muda juga dapat berkontribusi dalam memberdayakan anak-anak yang kurang mampu melalui kegiatan mengajar dengan sukarela, mendirikan perpustakaan, mobil baca, dan lain-lain yang secara otomatis berperan penting dalam mewariskan estafet pendidikan bangsa. 

Visi penting selanjutnya adalah menciptakan inovasi sosial dan ekonomi. Generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change) sudah seharusnya mengekspresikan potensi kepemimpinan diri yang dapat dimulai dari lingkungan atau minat masing-masing. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan sukarela seperti pada poin pendidikan sebelumnya, mengikuti lokakarya (workshop), membangun komunitas, melakukan promosi kesehatan, mencari peluang kewirausahaan, dan mengikuti internship.

Visi penting yang ketiga adalah dalam hal teknologi. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini, generasi muda memperoleh berbagai kemudahan dalam meningkatkan kualitas diri untuk menghadapi tantangan masa depan. Misalnya, memperluas wawasan, memperluas pergaulan melalui sosial media, dan memanfaatkan sosial media sebagai media pergerakan sosial untuk mengundang, menginspirasi dan saling bertukar informasi, serta berbagai keuntungan lainnya dari kemewahan dunia teknologi saat ini.

Visi penting lainnya yang harus dimiliki generasi muda Indonesia adalah melengkapi diri dengan bahasa asing. Seperti yang kita ketahui, bahasa asing merupakan media yang paling efektif dalam proses komunikasi atau interaksi dengan orang-orang dari segala penjuru dunia. Secara otomatis, generasi muda harus melengkapi diri dengan bahasa asing yang sangat bermanfaat dalam segala aspek kehidupan. Misalnya, untuk mendapatkan informasi yang up-to-date yang kebanyakan dalam bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan bahasa pertama yang digunakan internet, mengoperasikan perangkat teknologi, terlibat dalam pergaulan internasional, serta hal lainnya yang bisa didapatkan dengan menguasai bahasa asing.

Visi penting yang terakhir adalah talenta itu sendiri. Pemanfaatan talenta dengan tepat dapat menjadi kekuatan bagi generasi muda dalam berkarya dan menghadapi tantangan masa depan dimana diperlukan momen-momen yang dapat mengasah hal tersebut. Seperti yang dipaparkan oleh John C. Maxwell dalam bukunya Talent is Never Enough bahwa orang yang memiliki talenta tanpa melakukan tindakan yang diperlukan maka tidak akan pernah mendapatkan hasil yang diharapkan; memiliki talenta tanpa berfokus pada bidangnya tersebut maka tidak akan dapat meningkatkan prestasi; dan memiliki talenta tanpa berlatih maka tidak akan mencapai kesempurnaan dalam karyanya. Sehingga, generasi muda Indonesia harus meyakini dan mewujudkan visi dalam talenta unik masing-masing yang menjadi kelebihan tersendiri pada dirinya. Talenta ini dapat diekspresikan dengan berbagai persiapan diri yang baik, latihan yang teratur, keberanian dalam melakukan sesuatu yang baru, perhitungan resiko yang cermat, karakter yang tangguh, dan pengembangan diri yang terus-menerus, serta tidak mudah menyerah.

Pada akhirnya, kekuatan visi dalam pendidikan, inovasi sosial dan ekonomi, teknologi, bahasa asing, dan talenta tersebut dapat memberikan akselerasi kemajuan bangsa, khususnya untuk generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan. Sehingga, generasi muda sudah seharusnya mewujudkan visi-visi tersebut segiat-giatnya untuk meningkatkan keunggulan diri agar menjadi generasi yang intelektual, kreatif, berbudaya, berdaya saing, dan berkarakter. Dengan hal tersebut, Indonesia tidak hanya mendapatkan akselerasi kemajuan bangsa, tetapi juga akselerasi ekonomi yang dinamis dengan memiliki generasi muda yang dapat menyesuaikan diri dengan era globalisasi dan mempersiapkan diri dengan tantangan masa depan.

Advertisements

2 thoughts on “Peran Generasi Muda Indonesia: Kekuatan Visi Mengarahkan Kemajuan Bangsa

  1. Nice article. Tulisannya keren. Tapi dari sisi spritual atau agama juga wajib ditingkatkan juga sebagai penyempurna generasi yg akan datang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s