Teka-Teki Jodoh

Your Best Friend & Your Soulmate

Jodoh. Seuntai kata yang begitu digemakan. Mengisi benak setiap insan, pun perbincangan setiap lidah. Mungkin sebagian dari kita yang telah menemukan, hanyalah lagu klasik dalam keabadian. Berbeda oleh kita yang mungkin sedang dipertemukan atau oleh kita yang sama sekali belum dipertemukan. Kekata itu bak lagu terhits masa kini. Memiliki magnet tersendiri yang tak henti-hentinya menarik pesona keingintahuan. Tanpa terkecuali bagiku yang juga ikut dibuai pikiran, kelak dengan siapakah aku disandingkan…

Seketika itu, kata tanya dan dimensinya membayangi. Saat jiwa-jiwa kita mungkin sama-sama mempertanyakan, “Apa kabar, dear soulmate? Kapan kita bertemu? Telahkah kita saling mengenal saat ini? Ataukah kita telah berkenalan sebelumnya?” Begitu sederhana bagi makhluk yang dianugerahi akal. Tetapi, apa mau dikata? Terkadang hakikat kita hanya mampu membersitkan praduga-praduga. Bilamana lagi, mengenai sesuatu yang abstrak. Kita mungkin saja mendapatkan sedikit pencerahan tentang tanda-tanda berjodohnya seseorang. Entah itu, dari sekian tulisan yang ditorehkan di dunia maya atau hal yang sama yang dibukukan oleh pemuka agama. Sebagaimana membaca disuratkan agar mampu menafsirkan fenomena segala hal. Tetapi, bukan berarti sebagian dari kita ada yang juga mampu menuliskan sosok jodoh yang tergambar pada garis tangan setiap insan. Betapa keistimewaan membuatnya dalam pengecualian. Sama seperti kelahiran, rezeki dan maut.

Satu hal yang pasti, setiap hal yang sejati tentu saja berpijar mengikuti arahnya. Begitupula jodoh atau cinta sejati setiap insan. Meskipun, tanpa membagikan waktu pada permainan pikiran yang rumit serta tindak-tanduk tak terhingga lainnya. Selama kekuatan takdir masih merengkuh keabadian. Tersirat ataupun tersurat adalah kuasaNya yang Maha Mengetahui bersama hadirnya Sang Waktu.

Boleh jadi perjalanan dua hati yang akan dipersatukan itu masih jauh dari pelupuk mata. Ibarat mengemudi di jalan yang panjang. Membutuhkan fokus satu arah agar bisa selamat hingga tujuan. Itulah pula mengapa sebagian dari kita dibiarkan lebih dulu untuk menyelesaikan perjalanan seorang diri. Semata-mata agar fokusnya lebih terjaga. Yang kemudian dipercaya untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh bersama satu jiwa yang ditakdirkan. Ya, boleh jadi begitu banyak hal yang masih dalam pencarian ataupun harus dilengkapi sebelum saling melengkapi. Misalnya, ketika salah satu jiwa ataupun kedua-duanya masih harus menimba ilmu, merajut mimpi-mimpi, melukis kebahagiaan tersendiri, menambah kualitas diri, dan hal lainnya.

Menunggu memang bukanlah perkara yang mudah. Semoga setiap dari kita tetap diselimuti kesabaran karena kebahagiaan akan senantiasa menyertai. Semoga juga tak kenal lelah dan rengsa, terus menebar berbagai kebaikan. Hingga Sang Pencipta menyatukan pada waktunya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s