Eksistensi Filsafat sebagai Ilmu Pengetahuan

philosophy graphingSebuah semboyan mengatakan bahwa “setiap manusia adalah filsuf” karena hakikat manusia adalah berpikir walaupun tidak semua manusia yang berpikir adalah filsuf. Filsafat sebagai hasil akal dari seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dahulunya, mitos adalah anggapan umum yang dianggap benar berdasarkan kepercayaan tanpa pembuktian. Kemudian dengan adanya filsafat, ilmu pengetahuan berusaha mengubah “yang ada” dari common sense atau anggapan umum menjadi “yang ada secara logis” atau “rasional”.

Eksistensi mempersoalkan tentang keber-Ada-an. Kata dasar eksistensi (existency) adalah exist yang berasal dari bahasa Latin ex yang berarti keluar dan sistere yang berarti berdiri. Jadi, eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Artinya dengan keluar dari dirinya sendiri, manusia sadar tentang dirinya sendiri; ia berdiri sebagai aku atau pribadi. Pikiran semacam ini dalam bahasa Jerman disebut dasein (da artinya di sana, sein artinya berada). Eksistensi filsafat merupakan pemikiran sedalam-dalamnya tentang semua hal. Menurut pengertian bahasa, ilmu dapat diterjemahkan sebagai pengetahuan. Ada dua jenis pengetahuan, yaitu pengetahuan ilmiah (sains) dan pengetahuan biasa (knowledge). Pengetahuan biasa (knowledge) diperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan, seperti perasaan pikiran, pengalaman, pancaindera, dan intuisi untuk mengetahui sesuatu tanpa memperhatikan objek, cara, dan kegunaannya.

Melihat eksistensi (hakikat keberadaannya), ilmu lebih bergelut dengan fakta-fakta dan berurusan dengan akal yang mengarahkan dan membelokkan jiwa kepada hakikat benda. Ciri khas ilmu pengetahuan adalah mencari hubungan gejala-gejala yang faktawi. Sehingga, eksistensi filsafat terhadap ilmu pengetahuan muncul karena adanya esensi yang berarti, telah adanya pemilihan esensi dan eksistensi, memiliki tolak ukur bagi eksistensi filsafat tesebut, dan adanya universalia bereksistensi.

Filsafat berasal dari kata Philos (cinta), Sophia (kebijaksanaan), tahu dengan mendalam, hikmah. Filsafat menurut istilah adalah ingin tahu dengan mendalam (cinta pada kebijaksanaan). Menurut Ciceros (106-43 SM), penulis Romawi orang yang pertama memakai kata-kata filsafat adalah Phytagoras (497 SM), sebagai reaksi terhadap cendikiawan pada masanya yang menamakan dirinya ”Ahli pengetahuan”, Phytagoras mengatakan bahwa pengetahuan dalam artinya yang lengkap tidak sesuai untuk manusia. Setiap orang yang mengalami kesukaran-kesukaran dalam memperolehnya dan meskipun menghabiskan seluruh umurnya, namun ia tidak akan mencapai tepinya. Jadi, pengetahuan adalah perkara yang kita cari dan kita ambil sebagian darinya tanpa mencakup keseluruhannya. Oleh karena itu, maka kita bukan ahli pengetahuan, melainkan pencari dan pencinta pengetahuan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan memiliki dua pengertian yaitu:

  1. Ilmu pengetahuan diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerapkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) tersebut, seperti ilmu hukum, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya.
  2. Ilmu pengetahuan diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian tentang duniawi, akhirat, lahir, batin, dan sebagainya, seperti ilmu akhirat, ilmu akhlak, ilmu sihir, dan sebagainya.

Sebagai fenomena alam (science) dan sosial, ilmu pengetahuan diabstraksikan ke dalam bentuk teori atau formulasi. Ilmu pengetahuan dikembangkan dengan  tujuan untuk mengetahui keberadaan beragam dunia. Sebuah pengetahuan dapat disebut ilmu jika memiliki kriteria sebagai berikut :

  1. Logis atau masuk akal (sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan yang diakui kebenarannya).
  2. Objektif (sesuai objek yang dikaji dan didukung fakta empiris).
  3. Metodik (pengetahuan diperoleh dengan cara yang teratur, dirancang, diamati, dan dikontrol).
  4. Sistematik (pengetahuan disusun dalam satu sistem dengan lainnya saling berkaitan dan menjelaskan sehingga menjadi kesatuan yang utuh).
  5. Universal (pengetahuan berlaku untuk siapapun dan dimanapun dengan tata cara dan variabel eksperimentasi yang sama).
  6. Kumulatif berkembang dan tentatif (khasanah ilmu pengetahuan selalu bertambah dengan hadirnya ilmu pengetahuan baru).

Sebuah ilmu pengetahuan terbentuk karena adanya konsep, hukum, dan survey atau eksperimen. Konsep sebagai simbol untuk mengorganisasikan pengalaman. Selanjutnya, dikorelasikan dengan yang lainnya berkaitan dengan hal yang terobservasi sehingga melahirkan hukum. Pada akhirnya, dilakukan survey atau eksperimen terhadap konsep-konsep dalam teori sebagai kontruksi mental dari hasil penangkapan pertanda alam dan fenomena sosial.

Menurut Aristoteles, filsafat adalah ilmu pengetahuan yang terbagi menjadi empat, yaitu: logika, filsafat teoritis (ilmu fisika, matematika, dan metafisika), filsafat praktis (ilmu etika, ilmu ekonomi, ilmu politik), dan filsafat poetika (kesenian).

Sebagai sebuah ilmu pengetahuan, filsafat bertujuan mencari kebenaran dengan memiliki elemen-elemen yang berfungsi saling berkaitan untuk mewujudkan fungsi ilmu secara menyeluruh. Filsafat dalam kehidupan manusia memiliki elemen-elemen berupa sistem syarat. Sedangkan, dalam pengembangan ilmu memiliki sistem penalaran / logika, sistem klasifikasi, dan sistem pembuktian.

Referensi :

Departemen Pendidikan Nasional. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Gordon, Scott. 1991. The History and Philosophy of Social Science. New York: Routledge.

Sonny Keraf, A. dan Mikhael Dua. 2001. Ilmu Pengetahuan: Sebuah Tinjauan Filosofis. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

http://id.scribd.com/doc/81911989/filsafat-eksistensi

http://www.artikel-makalah-almajdzub.blogspot.com

http://www.makalahmaza.blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s